RSS

APA ITU VEDHA (viva education of drugs, hiv & aids)


Adalah sebuah komunitas peduli sosial yang independen, tidak berorientasi pada profit, tidak berafiliasi pada politik manapun dan concern terhadap permasalahan kaum muda yang bergerak di bidang adiksi, penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS, Hepatitis-C dan Kesehatan Reproduksi. VEDHA merupakan komunitas yang beranggotakan kaum muda dari berbagai wilayah di provinsi Jawa Timur dengan berbagai latar belakang yang berbeda, yaitu perwakilan LSM yang bergerak di bidang HIV/AIDS, Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa. Komunitas ini terbentuk pada tanggal 10 September 2005 melalui pelatihan “Pendidik Sebaya di Bidang Adiksi, HIV/AIDS, dan Kesehatan Reproduksi” selama satu bulan penuh di Bogor-Jawa Barat yang terselenggara atas kerjasama Yakita-Unicef sebagai pelebaran sayap program MUDA BERDAYA di Jawa Timur.
VEDHA sebagai MUDA BERDAYA Jawa Timur termasuk dalam kelompok jaringan MUDA BERDAYA yang kini tersebar di beberapa propinsi di Indonesia, antara lain: 25 Messengers (MUDA BERDAYA Jawa Barat), WAY (Muda Berdaya Bali), KIPAS (Muda Berdaya Makassar), s.t.i.c.k.e.r (Muda Berdaya Jabotabek), AYOMI (Muda Berdaya Aceh), LONTHAR (Muda Berdaya Kupang), dan TIFFA (Muda Berdaya Papua). Gerak langkah VEDHA sendiri, sampai pada bulan Januari 2007 telah berhasil menjangkau 35.428 kaum muda di beberapa wilayah di Jawa Timur di bawah koordinasi 8 Korwil (Koordinator Wilayah) yaitu Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Jombang, Kediri, Malang dan Jember. VEDHA juga berhasil bekerja sama dengan institusi formal maupun nonformal untuk melakukan penjangkauan yang ada di wilayah tersebut baik dalam ranah school base maupun community base. Langkah perjuangan VEDHA tidak berhenti sampai pada kegiatan penjangkauan saja, VEDHA terus melakukan berbagai kegiatan dan berupaya untuk mengembangkan sayapnya ke daerah yang belum terjangkau sebagai tekad mewujudkan visi VEDHA.
Visi VEDHA
“Mewujudkan generasi muda yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan Narkoba (adiksi) dan HIV/AIDS”.
Misi VEDHA
Memberikan informasi dalam bentuk active campaign (penyuluhan aktif) tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, Hepatitis-C, dan Kesehatan Reproduksi kepada generasi muda, baik pada kalangan pelajar (School Base) maupun masyarakat umum (Community Base).

KEGIATAN VEDHA

Secara garis besar, program kegiatan VEDHA yang sudah dilaksanakan berbentuk:

Penjangkauan/Outreach
MUDA BERDAYA Jawa Timur (VEDHA) sebagai anggota MUDA BERDAYA termuda, telah berhasil mencapai angka penjangkauan tertinggi dengan komunitas jangkauan yang terdiri dari siswa/i SMP, SMU, Universitas, anak jalanan, Karang Taruna, Remaja Masjid, Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS), Rumah Tahanan (Rutan), Pondok Pesantren, dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya.

Pelatihan Sebaya/ Peer Educator Training
Dalam upaya meningkatkan kapasitas di bidang adiksi, NAPZA, HIV/AIDS, Hepatitis C dan Kesehatan Reproduksi di kalangan kaum muda, VEDHA telah melaksanakan 3 kali Pelatihan 3 hari Pendidik Sebaya. VEDHA akan terus berupaya seoptimal mungkin untuk melakukan kegiatan pelatihan pendidik sebaya ke komunitas kaum muda yang lebih luas di seluruh Jawa Timur . Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan partisipasi kaum muda dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan penyebaran HIV/AIDS – HCV di kalangan sebayanya.

Konseling
Kegiatan konseling seputar permasalahan Narkoba, HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi yang dilakukan oleh VEDHA sangat terbuka untuk kaum muda terutama mereka yang sudah dijangkau oleh anggota VEDHA melalui penjangkauan. Konselor VEDHA terdiri dari anggota VEDHA dengan latar belakang pendidikan Psikologi, Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Serta pecandu dan ODHA yang sudah berdaya untuk berbagi pengalaman, kekuatan dan harapan.

Talk Show
Talk Show terjadwal secara berkala melalui kerja sama VEDHA dengan pihak radio lokal yang ada di wilayah-wilayah dimana anggota VEDHA berada. Kegiatan ini berupaya untuk menyebarkan informasi yang lebih luas dalam masyarakat mengenai seputar Narkoba dan HIV/AIDS. Selain di radio, anggota VEDHA juga seringkali menjadi Nara Sumber di berbagai acara seminar.

Capacity Building
Pengkayaan materi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas anggota VEDHA terhadap pengetahuan seputar materi penjangkauan sebagai bekal untuk melakukan pemberdayaan kepada kaum muda lainnya. Jadwal capacity building dilakukan setiap hari rabu pukul 15.30 di sekretariat Vedha.

Event Tahunan
VEDHA menyelenggarakan acara peringatan Hari AIDS Sedunia/ World AIDS Day (WAD) tiap bulan Desember dan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN)/Candle Light Memorial tiap bulan Mei. Kegiatan ini berupaya untuk memberikan support kepada ODHA dan OHIDA serta untuk mengenang saudara-saudara kita yang meninggal karena HIV/AIDS. Kegiatan ini sebagai agenda yang diselenggarakan secara rutin tiap tahunnya.

Pemberdayaan Kaum Muda
Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan pelatihan sebaya 3 hari, VEDHA sebagai penyelenggara bekerja sama dengan YAKITA dan UNICEF, Mengajak partisipasi peserta pelatihan untuk berperan serta dalam kegiatan VEDHA termasuk dalam pelaksanaan penjangkauan, event tahunan dan kegiatan VEDHA lainnya.

Program Kerja YAKITA Surabaya – VEDHA Muda Berdaya Jawa Timur

Begitu juga di Jawa Timur, program MUDA BERDAYA telah berkembang pesat dengan berbagai kegiatannya. Bahkan saat ini anggota VEDHA selain menjalankan program Muda Berdaya di Jawa Timur, juga sebagai pelaksana program YAKITA yang ada di Surabaya baik dalam lingkup internal maupun eksternal, termasuk program women’s centre yang saat ini dalam masa perintisan. Program Kerja yang terlaksana saat ini adalah : program Muda Berdaya, Program Lapas (di Sidoarjo dan Rutan Medaeng) dan Program Women’s Centre.
Women’s Centre merupakan wadah pemberdayaan perempuan yang dikemas khusus untuk menanggapi persoalan-persoalan perempuan di bidang narkoba, HIV/AIDS, Hepatitis C, Kesehatan Reproduksi dan Co-Dependency sebagai upaya untuk meningkatan kapasitas dalam diri mereka sehingga mampu melindungi dirinya sendiri dari ancaman luar. Women’s Centre sebagai sentra pelayanan yang komprehensif dalam ranah promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dari perempuan, oleh perempuan dan untuk perempuan. Keseluruhan program yang kita jalankan meliputi:

1. Program Promotif
• Penyediaan dan penyebaran KIE sebagai media pesan untuk kaum muda dan perempuan, berupa: Poster, Leaflet, Booklet, Pin, Bookmark dan lain sebagainya
• Promosi kesehatan di bidang narkoba, HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi melalui talk show

2. Program Preventif
• Penyuluhan atau outreach berbasis komunitas di school based dan community based ( PSK, para tahanan, karang taruna, anak jalanan)
• Workshop dan seminar yang membahas tentang permasalahan di bidang Narkoba dan HIV/AIDS serta masalah-masalah yang terkait dengan itu
• Training atau Pelatihan untuk membentuk pendidik sebaya kaum muda dan perempuan di bidang Narkoba dan HIV/AIDS
• FGD (Focus Group Discussion) dengan membuka tempat bagi kaum muda dan perempuan untuk saling berbagi pengalaman, kekuatan dan harapan serta untuk mengulas permasalahan kaum muda dan perempuan beserta problem solvingnya.

3. Program Kuratif
• Layanan CST (Care , Support dan Treatment ) bagi pecandu dan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Pemenuhan layanan ini salah satunya dengan membangun sistem rujukan dengan lembaga lain
• Konseling sebagai layanan khusus bagi kaum muda dan perempuan yang kehidupannya bermasalah dengan narkoba, HIV/AIDS dan Kesehatan reproduksi yang diberikan secara gratis selama 24 jam

4. Program Rehabilitatif
• Hotline atau Krisis, sebuah pelayanan yang terbuka 24 jam yang ditangani langsung oleh staff atau konselor sebaya dan pecandu yang sudah melewati masa pemulihan dasar dan mengalami progres secara signifikan.
• Pusat Informasi dan Pustaka Adiksi, dalam bentuk buku pegangan atau literatur dan lembaran yang ditulis oleh anggota-anggota komunitas maupun orang lain. Tersedia juga beragam informasi yang luas mengenai adiksi narkoba, HIV/AIDS, Hepatitis C beserta referensi perpustakaan.
• After Care merupakan pertemuan dukungan dari orang tua dan keluarga pecandu. Pertemuan after care orang tua adalah komponen yang terpenting di dalam seluruh proses pemulihan.
• Program 12 langkah, didasarkan pada program 12 langkah dari Narcotic Anonymous dan NarAnon.

BAGAIMANA SEORANG PECANDU PULIH?

Kalau kita melihat lagi sekilas tentang kehidupan dalam dunia seorang pecandu, seperti yang telah kita bahas dalam artikel sebelumnya, dan melihatnya kembali dalam kehidupan nyata tentang kehidupan seorang pecandu. Seringkali kita jadi pesimis lalu mengatakan “rasanya tidak mungkin seorang pecandu dapat pulih!” Ya, Anda berhak untuk berpikir begitu. Anda telah melakukan segala yang anda bisa. Bukan baru sekali ini saja anda membawa si`pecandu untuk berobat kedokter, memasukkannya ke tempat-tempat detoksifikasi, atau bahkan ke tempat-tempat alternatif sekalipun. Namun kenyataannya, upaya anda tak membawa hasil. Tidak satupun usaha Anda membuat si pecandu tersebut berpikir dan berhenti menggunakan Narkoba.

Namun tetap ada satu bagian dalam diri anda yang tidak dapat anda bohongi. Satu bagian dalam diri anda yang ingin melihat si pecandu untuk dapat kembali hidup `normal`. Sekolah, bekerja, dan kembali menjadi seseorang yang bertanggung jawab. Si pecandu sendiri sebetulnya juga ingin dapat hidup bersih dan waras. Hal ini membuat kita bertanya. Kalau memang si pecandu juga mempunyai keinginan untuk hidup bersih dan waras, maka apa yang membuatnya menjadi sulit?

Adiksi adalah penyakit keluarga. Artinya, bukan hanya si pecandunya saja yang harus dipulihkan, melainkan seluruh anggota keluarga. Karena setiap ada pecandu dalam keluarga, maka keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang `disfungsional’. Masing-masing anggota keluarga akhirnya tidak lagi dapat menjalankan peran yang semestinya ia ambil dalam keluarga. Lihat bagaimana si pecandu menyerap seluruh tenaga dan perhatian dari keluarga. Segala sesuatunya tertuju pada masalah si pecandu dan bagaimana keluarga harus menyelesaikan masalah tersebut. Tanpa disadari, si pecandu mengambil alih kendali keluarga. Jika si pecandu tenang, maka keluarga akan tenang. Jika si pecandu marah, maka keluarga akan panik. Ini adalah satu hal yang tidak wajar. Semua orang dalam keluarga sudah menjadi sakit. Masing-masing orang dalam keluarga kehilangan identitas pribadinya, dan semuanya tergantung pada si pecandu. Di Amerika penyakit ini lebih dikenal dengan nama penyakit `co-dependency`. Ketergantungan pada orang lain, atau kehilangan jati diri.

“if you`re okay, I`m okay…”
“if you`re not okay, I`m not okay…”

Salah satu hal terbesar yang dapat membuat seorang pecandu bermotivasi untuk berhenti adalah saat si pecandu harus berhadapan dengan dirinya sendiri. Dalam `program` lebih dikenal dengan istilah `junkie tired` atau capek menjadi junkie, atau ‘mentok’. Pada titik tersebut, si pecandu mulai menyadari bahwa dia mempunyai masalah berat dengan dan karena narkoba, dan bahwa narkoba telah menghancurkan kehidupan dan mimpi-mimpinya. Si pecandu mulai menyadari bahwa kini tak ada lagi tempat untuknya berlari, karena semua masalah berada di dalam dirinya. Dia harus berhadapan langsung muka dan muka dengan dirinya sendiri, dan menyadari bahwa dia tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Saat si pecandu terjepit oleh semua permasalahannya, itulah sebetulnya waktu yang paling tepat untuk keluarga mendorong si pecandu ke arah pemulihan dengan memberikan ultimatum. Dan, ultimatum ini harus konsisten.

Kini pertanyaannya menjadi, bagaimana cara keluarga membantu si pecandu sampai pada titik dimana dia harus berhadapan muka dan muka dengan dirinya sendiri? Ini sudah menjadi suatu dilema menarik diperhatikan. Seringkali orang yang berniat membantu pecandu agar dapat pulih, malah menemukan dirinya menjadi `korban` kebohongan pecandu. Wanita mempunyai kecenderungan yang lebih besar dalam hal ini. Kenapa? Sederhana, karena memang secara psikologis wanita lebih menggunakan perasaannya dalam memutuskan sesuatu. Wanita lebih sensitif, dan peka terhadap perasaan. Wanita memiliki lebih jiwa feminin yang sifatnya ingin menjaga, menyayangi dan melindungi seseorang. Jika anda adalah termasuk orang yang perduli terhadap pecandu, anda ingin membantu seorang pecandu, maka anda harus selalu mengingat satu hukum jalanan utama `di jalan` di kalangan pecandu;

“Semua pecandu adalah Pencuri, Pembohong dan Curang,
jangan pernah mempercayai seorang pecandu.”

Jadi bagaimana cara kita membantu seorang pecandu untuk membantu dirinya sendiri? Dalam `program` kita menyebutnya dengan istilah “Cinta Keras” yang merupakan cinta yang bersifat tegas, kebalikan dari cinta lembek. Ini bukan proses yang mudah. Untuk memulai proses ini, pertama kali yang penting untuk kita ingat adalah; kita tidak bisa merubah orang lain. kita hanya bisa membantu orang tersebut membantu dirinya sendiri, dan percaya bahwa Tuhan mempunyai jalan yang berbeda-beda untuk setiap manusia.

Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan “cinta keras” adalah; membiarkan si pecandu menghadapi resiko dari perbuatannya. Biarkan dia mengambil tanggung jawab atas semua permasalahan-permasalahan dan kerusakan-kerusakan yang telah dia buat dalam hidupnya. Selama masih ada orang lain yang bisa dimanfaatkan oleh si pecandu untuk menyelesaikan permasalahannya, dia tidak akan sampai pada titik dimana ia harus berhadapan muka dan muka dengan dirinya sendiri. Si pecandu akan selalu berpikir;

• “Ah, masih ada ayah saya…..”
• “Nanti juga Ibu saya bakal ngurus semuanya….”
• “Saya masih bisa pinjam uang dari kakak saya….”
• Dan seterusnya, tak akan habis… dan kecanduannya pun akan terus berjalan makin parah.

Membantu pecandu menuntut Anda untuk bersikap tegas terhadap si pecandu. Artinya, Anda harus mampu berkata “kalau kamu belum mau pulih, silahkan kamu tinggalkan rumah dan urus dirimu sendiri!” . Sekilas kedengarannya seperti Anda tidak lagi perduli. Tapi ingat, saat itu anda bukanlah sedang berhadapan dengan “si pecandunya”, melainkan anda sedang berhadapan dengan penyakit dalam diri si pecandu, anda berhadapan dengan Adiksi atau kecanduannya yang tak mau berhenti. Di awal pembicaraan saya sudah mengatakan bahwa, proses ini tidak lah mudah, namun inilah cara untuk membantu si pecandu dapat keluar dari adiksinya. Di sisi lain juga anda perlu mengingat bahwa anda dan keluarga anda masih mempunyai kehidupan sendiri. Anda tidak hidup hanya untuk senantiasa menyelesaikan masalah-masalah si pecandu. Jangan biarkan keluarga anda menjadi sakit karena si pecandu.

Kini pertanyaannya menjadi, seberapa besarkah peran keluarga dibutuhkan dalam pemulihan seorang pecandu? Untuk itu kita akan mengupasnya lebih dalam lagi pada artikel yang berikutnya.